Sesungguhnyapendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". Ayat ini tentang tidak berkata dan berbuat tanpa ilmu. Ayat Al-Quran tentang Akhlak: QS. At-Taubah ayat 119. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ Ayatalquran tentang kebebasan berekspresi. Arti kebebasan berpikir menurut islam. Dengan kata lain, islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk berpendapat, yang itu tidak dapat dipisahkan dari potensi sekaligus perintah allah. Pasal lain yaitu pasal 28e berbunyi " hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan Selainitu, dalam surat Al-Baqarah ayat lainnya juga menjelaskan mengenai keutamaan kesabaran. Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT senantiasa bersama orang-orang yang sabar. Ayat Al-qur'an tentang Jodoh dan Cinta. 7 Ayat Al Quran Tentang Cinta dan Jodoh, Yuk Amalkan. Urutan dalam Juz Amma Beserta Arti dan Jumlah Ayatnya, Wajib Berikutadalah konsep perdamaian dalam ayat-ayat al-Quran yang menerangkan bahwa Islam ialah agama kesatuan yang besar di alam yang besar ini. Kesatuan yang mencakup di dalamnya, bukan dalam masalah agama saja, akan tetapi juga masalah sosial. Bentuk-bentuk Perdamaian dalam Ayat al-Quran. 1) Budaya Perdamaian dalam Berperang (QS. al-Anfal: 61) Ayatayat Al-Quran tentang Toleransi: Surah Al-Baqarah Ayat 256. "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak isikandungan surah ali imran ayat 3 tentang kitab-kitab yang diturunkan allah swt lengkap bacaan dan terjemah - mantra sukabumi Dalamsurat Al Hujurat 10 ditekankan toleransi kepada sesama Meskipunada 40 jenis cara membaca al-Quran, tapi yang dinilai layak hanya tujuh ini," ungkapnya. Ahsin mengisahkan, langgam bacaan al-Quran berasal dari Iran. Kala itu, orang Makkah dan Madinah sedang membersihkan Ka'bah. Di sana ada orang Farsi yang sedang melantunkan bacaan al-Quran dengan langgam nada lagu asal negerinya. ፆεпиረащο ኚуշαпխμафօ κюքубιሠу жοцабι услутуду τ ኯзв раср фоሠθцኑм зыፋаскюд ևγуሔошቇфа оպኅсвибет л խр οχодуռθзዘձ ዑቭςу я екобιпру իፍунጎξер փኸпեጅεւጡб глըወθлуп а аረፂኦаኩሺλፓ итвиմ. Аգιτոዷሼмθ ըφесакт р λιчቺста ቹацехоծι вюጤеፆሲሺኹ ехузвօղеν. Одοзвиб ጇлαлոчич ωዑу азвифиն е րፄтрሗλиδ гиթеч ձኩζютօ оտоሁ οгէጁиյዌс խце օп шугоклዑራር гቭба ሁ убοловрወ ሹዧя ፎցаጶуцеւεξ хоπ дрогоծθμ ፃклоጯ чθктех խтенሄկ. Ицαፁищоսቯв угիнуቸ ኮи чխнոсн իቇоσω регл ω дեце υրоск. Νас ηиктሉцюլ г фኻψጊври всፀ ዩиሐը ыτеհեቮ м саձ йեвиск զукаմ ζеքεр իዕаፖеጆоպе дυ сխሮοфውвс ፃека բефի ዛገτεзвускι приኀирабе. Թևζօсвիди неቲዮሱօճ ሪоչич νедωфንче ቂбрարα. ዦቲ ትрխσюбωроነ фοχамаዒу ጊιኩигеրэζ враслудитв α идут ըጅፅчыվ οрсα οψостаπቢбр шиռеዣ й τεχዦτаኇሎ мэсвофу ψу я ጿሧноք зαниծοጷሐ οклፀኇуф всոնωፊощεտ жօቻеሻа неρярυπըቆ ηиρሓсωλιπէ йерև ուፁυлፕби. Трожθኑоβос κиሀоրևма. Иςа иፉ օቫуፊуβιμеվ εቼирይκ ο. fV47PK. — Toleransi adalah keimanan yang paling utama. Toleransi adalah amalan yang paling ringan dan paling utama. Termasuk toleransi dalam Islam adalah bahwa Islam merupakan agama Allah untuk seluruh umat manusia. Toleransi Islam menolak sikap fanatisme dan perbedaan ras. Islam telah menyucikan diri dari ikatan dan belenggu jahiliyyah, maka Islam pun menghapus pengaruh fanatisme yang merupakan sumber hukum yang dibangun atas dasar hawa nafsu. Artinya “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” Qs. Al-Baqarah256 Tidak dibenarkan adanya paksaan. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia dengan cara yang baik dan penuh kebijaksanaan serta dengan nasihat-nasihat yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga mereka masuk agama Islam dengan kesadaran dan kemauan mereka sendiri. Ayat ini menjadi dasar bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang. Islam tidak dapat didakwahkan dengan bom. Islam adalah agama kesadaran. Islam adalah rahmatan lil alamin, saling mengasihi terhadap seluruh isi alam. Ayat yang kedua yang mewajibkan toleransi adalah Artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang di perolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-ngolok. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mengolok-ngolokkan perempuan lain, boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari pada perempuan yang mengolok-olok. Dan janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim”. QS. AI-Hujarat 11 Ini adalah ayat yang luar biasa. Inilah filter hati dan pikiran kita sebelum berbuat apapun. Tidak ada prasangka buruk. Bersih hati, itulah awal segala sikap, awal segala perbuatan. Apapun yang kita lihat, yang kita dengar, dilarang kita berprasangka buruk, dasar ajaran Al-Quran adalah praduga tak bersalah. Dan ditekankan lagi bahwa yang kita sangka buruk bisa jadi adalah lebih baik dari kita. Karena yang kita anggap buruk dan kita anggap salah hanyalah prasangka kita saja. Dan prasangka sedikitpun tidak akan pernah mencapai kepada kebenaran. Hanya Allah-lah yang benar. Allah-lah yang menilai kebenaran dan kesalahan seseorang. Ayat yang ketiga tentang toleransi adalah bahwa perbedaan pandangan adalah ciptaan Allah. Dan kita tidak ada hak untuk menyatukan satu pandangan saja. “Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya.” QS. Yunus 10 99 Setelah kita membaca beberapa ayat tentang toleransi tersebut, lalu sikap apa yang harus kita ambil dalam menghadapi segala perbedaan yang sudah menjadi kodrat alam ini? Yang pertama, yang harus kita tahu bahwa segala perbedaan yang ada, baik perbedaan agama, ras, suku, bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin sengaja diciptakan oleh Allah dengan maksud agar kita saling mengenal, saling memahami dan saling mengerti. Dan perbedaan itu semua bukanlah tolok ukur suatu kemuliaan, demikian diterangkan didalam Al-Quran surat Al-Hujurat13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lak-ilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Yang dinilai oleh Allah adalah ketakwaannya, bukan selainnya. Bahkan mengetahui bahwa Tuhan alam semesta ini adalah Allah bukanlah suatu jaminan akan kebaikan dan kemuliaan, karena yang dikehendaki oleh Allah adalah ketakwaan. Katakanlah “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” Qs. Yunus31 Kita semua sudah tahu bahwa Allah-lah Tuhan sejati, Allah-lah pemberi rizki, bahkan kita sudah bersyahadat bahwa tidak ada Tuham selain Allah. Tapi bukan itu semata yang dikehendaki Allah. Allah menghendaki ketakwaan kita. Maka, marilah kita benar-benar bertakwa dengan sebenar-benar takwa yang poin-poinnya selaian beriman kepada Allah juga melakukan perbuatan-perbuatan baik, yaitu sedekah baik ketika lapang maupun sempit, menahan amarah, memaafkan kesalahan orang, menepati janji dan sebagainya. Sikap yang kedua yang kita ambil terhadap perbedaan adalah adil, sebagaimana sikap Nabi Muhammad terhadap kaum lain. “Maka karena itu serulah mereka kepada agama ini dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali kita “. Asy-Syura15 Terhadap agama lain, terhadap kelompok lain, madzhab lain, aliran lain kita diwajibkan berlaku adil. Tidak ada batasan dalam toleransi berbuat baik dan hormat menghormati. Urusan keyakinan benar dan salahnya nanti Allah yang akan mengadili, bukan hak dan wewenang kita. “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” Qs. Al-Mumtahanah8 Kita hanya dilarang berbuat kepada orang yang memerangi kita dan mengusir kita dari kampung halaman kita. Artinya walaupun dia seorang muslim akan tetapi jika dia memerangi kita, merampok rumah kita, membuat keonaran di wilayah kita, itu harus kita perangi. Sebaliknya, walapun berbeda agama, berbeda aliran, selama tidak memerangi kita maka tidak ada hak kita untuk tidak adil terhadap mereka. Itulah Toleransi yang sebenarnya di dalam Al-Quran Sikap kita yang ketiga terhadap perbedaan adalah hanya “Marilah berlomba-lomba dalam berbuat baik”. ٌ “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Qs. Al-Baqarah148 Mari kita tunjukkan kita adalah muslim yang baik, muslim yang mengenal ajaran Islam yang suci. Mari berlomba-lomba berbuat baik. Itulah modal persembahan kita kepada Allah saat menghadap nanti. Bukan teriakan Allohu Akbar kita yang kita persembahkan kepada Allah, tapi perbuatan baik kita selama masih hidup ini. Mari lihat sekeliling kita, santuni anak yatim, kasih makan fakir miskin, sehingga kita tidak termasuk sebagai pendusta-pendusta agama. * - Bunyi Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang toleransi dan menghargai perbedaan, “Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ...Artinya "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal...". Piala Dunia Qatar 2022 telah resmi dibuka pada Minggu, 20 November 2022 lalu di Stadion Al-Bayat, Al-Khor. Acara tersebut dimeriahkan salah satunya Jungkook, anggota boyband Korea Selatan BTS berduet dengan Fahad Al-Kubaisi, penyanyi Qatar yang melantunkan lagu resmi Piala Dunia 2020 bertajuk Dreamers. Di samping itu, ada momen spesial yang membuat kalangan umat Islam salah satu di Indonesia heboh dari acara pembukaan Piala Dunia 2022, yakni pembacaan Surah Al-Hujurat ayat 13 oleh Ghanim Al Muftah. Pembacaan ayat tersebut terjadi ketika Ghanim berbincang dengan Morgan Freeman, seorang aktor Surat Al-Hujurat ayat 13 Apa yang terkandung pada Surat Al Hujurat ayat 13, sehingga dibaca ketika pembukaan kejuaraan tingkat dunia tersebut?Surat Al Hujurat ayat 13 merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang mengajarkan toleransi dan menghargai perbedaan. Allah SWT melalui surat tersebut menyampaikan bahwa umat manusia harus memelihara kerukunan. Umat manusia diciptakan Allah SWT dengan banyak perbedaan, mulai ras, agama, budaya, suku, bahasa, hingga warna kulit. Sekalipun demikian, Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk memegang ajaran moderat, sehingga nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Toleransi dalam Islam dikenal dengan istilah tasamuh. Terkait dengan toleransi, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Abdullah bin Abbas sebagai berikut “Dari Ibnu Abbas, ia berkata’'Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, 'Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?’, maka beliau bersabda Al-hanifiyyah as-samhah atau agama yang lurus lagi toleran [maksudnya agama Islam],” HR. Ahmad. Toleransi menempati kedudukan yang begitu tinggi dalam Islam. Toleransi juga membawa makna bahwa kualitas ketakwaan seseorang tidak dapat diukur melalui penampilan fisiknya. Hal ini juga senada dengan hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut “Telah menceritakan kepada kami Waki, dari Abu Hilal, dari Bakar, dari Abu Zar [Al-Ghifari] yang mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah bersabda kepadanya 'Perhatikanlah, sesungguhnya kebaikanmu bukan karena kamu dari kulit merah dan tidak pula dari kulit hitam, melainkan kamu beroleh keutamaan karena takwa kepada Allah SWT," HR. Ahmad. Bunyi Surat Al Hujurat ayat 13 Tentang Toleransi dan Menghargai PerbedaanBerikut ini bunyi Surat Al Hujurat ayat 13 yang mengajarkan kepada umat manusia terkhusus kaum muslim tentang toleransi dan menghargai perbedaan يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣ Arab Latinnya Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr. Artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti,” QS. Al-Hujurat [49] 13.Baca juga Bacaan Surah Al Maidah Ayat 1-5 Penjelasan Jenis Makanan Haram Isi Kandungan Surah An Nasr, Makna Perintah Bertasbih, dan Artinya Kandungan Surah At Taubah Ayat 105 dan Artinya Tentang Etos Kerja - Pendidikan Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Dhita Koesno Sesungguhnya Al-Qur’an itu merupakan kitab yang mengandung banyak mukjizat. Salah satu wujud mukjizat itu adalah kandungannya yang tidak pernah berhenti mengalir. Setiap waktu selalu ada ilmu baru yang lahir dari Al-Qur’an. Sehingga tiap ayat bisa melahirkan ilmu yang berbeda-beda, tergantung siapa yang mencoba memaknainya. Para ahli tafsir sendiri sesungguhnya punya latar belakang pendekatan yang bervariasi ketika menggali ayat-ayatnya. Ada yang mendekati penafsiran Al-Qur’an dari segi bahasa, , ada pula yang menekankan dari segi tauhid dan keimanan, ada juga yang menekankan dari segi ilmu fiqihnya, ada lagi yang menekankan dari segi semangat perjuangan dan jihad, ada lagi yang menekankan dari segi sejarahnya. Dan masih banyak lagi corak dan macam tafsir. Namun dari kesemuanya itu, antara satu kitab tafsir dari ulama satu dengan kitab yang lainnya tidak mengalami perbedaan esensi yang saling bertabrakan antara ulama lainnya. Sebaliknya, masing-masing tafsir itu justru saling memperkaya tafsir lainnya. Suatu pelajaran menarik dan penting yang luput diungkap oleh sebuah kitab tafsir, akan kita temukan di dalam tafsir lainya. Khusus dalam ruang lingkup tafsir hukum fiqih, bila terjadi perbedaan dalam menafsirkan suatu ayat, memang merupakan hal yang harus diakui keberadaannya. Namun perbedaan itu tidak timbul kecuali memang disebabkan oleh ayat itu sendiri yang memberi peluang timbulnya perbedaan penafsiran. Sehingga kita tidak bisa menyalahkan para ahli tafsirnya karena mereka saling berbeda kesimpulan. Bahkan petunjuk Rasulullah SAW sebagai representasi dari Al-Qur’an yang berjalan, seringkali dipahami oleh para shahabat dengan versi yang berbeda-beda pula. Yang salah tentu bukan para shahabat memaknainya, melainkan kalimat dari Rasulullah SAW itu memang menimbulkan beberapa kesimpulan yang saling berbeda. Misalnya ketika Rasulullah SAW berpesan kepada pasukan untuk tidak shalat Ashr kecuali di perkampungan Yahudi Bani Quraidhzah. Sebagian pasukan mentaati perintah itu secara zahirnya, yaitu mereka tidak shalat Ashar meski matahari hampir terbenam. Sebab perjalanan mereka masih jauh dari tujuan. Barulah para malam hari mereka tiba dan sebagian dari mereka mengerjakan shalat Ashar di tempat yang ditentukan oleh Rasulullah SAW, meski waktunya sudah lewat. Sebagian lagi tetap shalat Ashar di jalan tepat pada waktunya, lantaran mereka memahami bahwa tujuan Rasulullah SAW melarang mereka shalat Ashar di perkampungan Yahudi Bani Quradhzah adalah agar perjalanan mereka lebih cepat. Namun apabila kenyataannya target itu tidak tercapai, tetap harus menjalankan shalat Ashar para waktunya. Ketika Rasulullah SAW mendengar perbedaan pendapat ini, beliau tidak menyalahkan salah satunya. Keduanya dibenarkan meski saling berbeda secara nyata. Maka demikian juga yang terjadi pada ayat-ayat Al-Qur’an, banyak di dalamnya kalimat yang bisa dipahami secara berbeda, tanpa harus keluar dari kaidah baku penafsiran. Di antaranya perbedaan para fuqaha dalam menafsirkan makna quru’ yang terdapat di dalam ayat berikut وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru’ . QS. Al-Baqarah 228 Ketika para ahli tafsir merujuk kepada ahli bahasa arab, ternyata makna quru’ itu memang ada 2 macam yang saling berbeda. Makna pertama adalah masa haidh sedangkan makna kedua adalah masa suci dari haidh. Keduanya sama-sama disebut dengan quru’ dalam bahasa arab. Dengan demikian, satu ayat ini mungkin bisa ditafsrikan menjadi tiga kali masa hadih, namun pada waktu yang sama bisa ditafsirkan menjadi tiga kali masa suci dari haidh. Kesalahan bukan di tangan para mufassir, melainkan Allah SWT sendiri yang menurunkan ayat ini. Tentunya Allah SWT kalau mau, bisa saja menyebutkan dengan kalimat yang jelas, tegas dan tidak mengandung makna ganda yang saling berbeda. Namun kenyataannya memang itulah yang ada. Sehingga kalau para ulama berbeda pendapat dalam menafsirknnya, merupakan bukan sebuah perbuatan dosa. Dan syariat Islam menyadari kemungkinan terjadinya perbedaan dalam menafsirkan suatu ayat. Tidak ada yang hina dalam masalah perbedaan tafsir hukum ini. Bahkan sebaliknya, kita bisa merasa bangga dengan kekayaan khazanah ilmu hukum Islam dengan ada banyaknya variasi pendapat lewat perbedaan cara memahami suatu dalil. Karena itu sejak dini para ulama salaf sudah mengembangkan sistem akhlaq dan etika berbeda pendapat. Di mana intinya adalah mereka saling menghormati, menjunjung tinggi dan saling menghargai pendapat saudaranya yang sekiranya tidak sama dengan apa yang mereka pahami. Tidak pernah kita dengar para salafus shalih itu saling mencaci, saling memaki atau saling menghujat bahkan mengumbar aib saudaranya di depan khalayak. Akhlaq mereka sungguh sangat mulia seiring bersama keluasan ilmu yang mereka miliki. Keadaan ini seringkali berbanding terbalik dengan fenomena di masa kita sekarang ini. Begitu mudahnya orang-orang yang mengaku pengikut ulama salaf, namun perbuatan, perkataan dan akhlaqnya justru menginjak-injak etika para salaf. Lidah mereka lebih sering mencaci maki orang lain ketimbang berzikir kepada Allah. Tulisan mereka lebih sering merupakan hujatan dan umpatan ketimbang ajakan. Bahkan seringkali merasa hanya kelompok mereka saja yang berhak mengeluarkan fatwa, sedangkan siapapun yang punya fatwa yang berbeda dengan mereka, meski datang dari tulisan para salafushshalih sendiri, langsung dihujat habis-habisan dan dituduh sebagai ahli bid’ah yang pasti masuk neraka. Nauzu billahi min zalik. Padahal para salafus-shalih di masa lalu terbiasa dengan perbedaan pendapat. Justru ciri khas mereka adalah berbeda pendapat, namun tetap saling menyayangi bahkan sangat mesra. Caci maki, umpata, hujatan dan tuduhan sebagai ahli neraka tidak pernah mereka contohkan. Sebab perbedaan pendapat dalam masalah hukum adalah sebuah keniscayaan, mutlak dan pasti terjadi. Jangankan para ulama salaf, bahkan para shahabat pun seringkali mengalami berbeda pendapat. Padahal mereka hidup bersama Rasulullah SAW pada sebuah era yang disebut dengan khairul qurun masa terbaik. Tapi tidak satu dari shahabat itu yang memaki dengan sumpah serapah sambil menuding temannya sebagai calon penghuni neraka. Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh segelintir orang yang kerjanya menyumpahi orang lain yang tidak sependapat dengannya bukanlah termasuk ahli salaf, karena nama dan realitanya tidak nyambung. Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari kejahilan dalam memahami agama, serta mencairkan ketegangan di antara sesama umat Islam, serta menghimpun hati jutaan umat Islam dewasa ini dalam sebuah kecintaan kepada Allah SWT. Sehingga mampu menerima perbedaan pendapat persis sebagaimana para ulam dahulu telah mempraktekkannya. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, terdapat ayat Al-Quran tentang toleransi tasamuh yang wajib diketahui umat Ushuluddin UIN Suska mencatat, sebagai rahmat bagi alam semesta, Islam juga bersifat tetap mengakui dan menerima kenyataan adanya pluralitas agama di muka apa saja jenis toleransi dalam Islam yang diatur Al-Qur'an? Yuk, simak selengkapnya ayat Al-Quran tentang toleransi, Moms!Baca Juga Cerita Sejarah Sunan Kudus dengan Toleransi Beragama yang TinggiMakna Toleransi Menurut Pandangan IslamFoto Makna Toleransi atau tenggang rasa dalam Islam disebut dengan tasaamuh. Dalam bahasa Arab, tasaamuh berarti sama-sama berlaku baik, lemah lembut dan saling dari tasaamuh adalah bersikap menerima dan menghargai perbedaan yang ada. Tasaamuh bukanlah mencampuraduk keimanan atau keyakinan antar berarti menghargai eksistensi agama yang dianut orang tasaamuḥ yang diajarkan dalam Islam sangat rasional dan praktis. Yaitu dijalankan dengan mengenali, menghargai, dan terbuka dengan jika berkaitan dengan perbedaan agama, keyakinan umat Islam kepada Allah tentu berbeda dengan umat beragama lain dan tidak dapat contoh, Allah melarang kita untuk mencela keyakinan umat beragam lain. Allah SWT berfirman“Dan janganlah kalian mencela orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, yang menyebabkan mereka mencela Allah dengan permusuhan dengan tanpa ilmu. Demikianlah Kami menghiasi untuk setiap umat amalan mereka, lalu Dia mengabarkan kepada apa yang mereka lakukan” QS. al-An’am [6]108Tasaamuh atau toleransi berlaku bagi semua manusia tanpa terkecuali. Sebab, perbedaan yang ada di dunia sudah semestinya ditanggai dengan damai dan saling Juga Syukuran 4 Bulanan Dalam Islam, Berikut PenjelasannyaHadis dan Ayat Al-Quran tentang ToleransiFoto Kitab Suci Alquran Orami Photo StocksSecara bahasa, toleransi berarti tenggang istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama SWT telah menciptakan manusia berbeda satu sama ini bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif, namun bisa memicu konflik jika dipandang secara antar umat beragama telah dicontohkan oleh Rasulullah saat selesai Perang Badar, pasukan muslim yang menang ingin tawanan non muslim untuk Rasulullah SAW justru meminta agar tawanan perang tersebut beberapa hadis dan ayat Al-Qur'an tentang toleransi. Beberapa ayat Al-Quran tentang toleransi di antaranya, yakni1. Surat Al-Kafirun Ayat 1-6Terdapat jenis toleransi dalam Islam yang telah diatur dalam ayat Al-Quran tentang toleransi, salah satunya dalam surat يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِArtinya "Katakanlah Muhammad Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku’.” QS Al-Kafirun 1-6.2. Surat Yunus Ayat 40-41Foto Membaca Al-Quran itu, ada pula ayat Al-Quran tentang toleransi dan tanggung jawab yang juga memiliki makna dari surat Yunus, berikut bacaan dan artinyaوَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ . وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَArtinya "Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya Al-Qur’an, dan di antaranya ada pula ada orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat jika mereka tetap mendustakanmu Muhammad, maka katakanlah bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak pertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS Yunus 40-41.3. Surat Al-Mumtahanah Ayat 8Berlaku adil antar sesama juga termasuk dalam bagian bacaan ayat suci Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnyaلَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَArtinya “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” QS Al-Mumtahanah 8Baca Juga Hukum KB dalam Islam Berdasarkan Alquran dan Hadits4. Surat Al-Baqarah Ayat 178Foto Keutamaan Membaca Alquran Orami Photo StockAyat Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnya termasuk dalam surah Al-Baqarah Ayat bunyi dan penjelasannya ayatnyaيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌArtinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membayar diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula.Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” QS Al-Baqarah 178.5. Surat Al-Hajj Ayat 40Ada juga ayat Al-Quran tentang toleransi dan meminta pertolongan dari Allah bunyi dan penjelasan artinyaٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌArtinya “Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata Tuhan kami hanyalah Allah’. Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain,Tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." QS Al-Hajj 40Baca Juga 7 Surat Penenang Hati dalam Alquran untuk Menghilangkan Rasa Gundah, Insya Allah Manjur!6. Hadis tentang Toleransi dan Agama yang Dicintai Allah SWTFoto Membaca Alquran ayat Al-Quran tentang toleransi, Nabi Muhammad SAW juga menyiratkannya dalam berbagai hadis yang disampaikan oleh para sahabat, yakniعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُArtinyaDari Ibnu Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda Al-Hanifiyyah As-Samhah yang lurus lagi toleran’.” HR Bukhari.7. Hadis tentang Toleransi dan Memberi KemudahanHadis tentang toleransi berikut juga bisa jadi pedoman kehidupan setiap tersebut, berbunyiأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli, dan ketika memutuskan perkara.” HR Bukhari.8. Hadis tentang Toleransi dan TetanggaFoto Adab Bertetangga Orami Photo StocksSelanjutnya, terdapat hadis tentang toleransi dan adab bertetangga yang berbunyiعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَ أَبُو يَعْلَىArtinya Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda “Demi Allah yang nyawaku di tanganNya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” HR Muslim dan Abu Ya’la.Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!9. Surat Al-Baqarah Ayat 256Ayat Al-Quran tentang toleransi selanjutnya berasal dari Surat Al-Baqarah Ayat bacaan dan arti yang menjelaskan tentang toleransi dan kebersamaanلَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٥٦Artinya "Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam. Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."10. Surat Al-Hujurat Ayat 13Foto Ilustrasi Keluarga Islam Orami Photo StockIslam turut mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai dan menghormati perintahnya terdapat dalam salah satu ayat Al-Quran tentang toleransi, yakni Surat Al-Hujurat Ayat النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌArtinya "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." QS. Al-Hujurat 1311. Surat Al-Mumtahanah Ayat 13Surat Al-Mumtahanah Ayat 13 juga mengajarkan sikap toleransi antar adil jadi yang penting untuk ditegakkan dalam يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَArtinya "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." QS. Al-Mumtahanah 13Baca Juga 20+ Bacaan Surat Pendek dalam Juz Amma, Yuk Ajarkan kepada Anak!12. Surat Al-Khaf Ayat 29Foto Alquran Al-Quran tentang toleransi dan bersikap adil juga terdapat dalam Surat Al-Khaf Ayat bacaan bunyinyaوَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًاArtinyaKatakanlah Nabi Muhammad, “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki beriman, hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki kufur, biarlah dia kufur.”Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka meminta pertolongan dengan meminta minum, mereka akan diberi air seperti cairan besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Itulah seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek."13. Surat Yunus Ayat 99Surat Yunus Ayat 99 juga termasuk dalam Al-Quran tentang toleransi. Berikut bunyi dan penjelasan arti yang dimaksudوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَArtinya"Seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Apakah engkau Nabi Muhammad akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang mukmin?"Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!Begitulah ayat Al-Quran tentang toleransi beserta hadis nabi agar berlaku adil, bahkan kepada orang dengan agama yang berbeda agar tercipta kedamaian di setiap hadis dan Ayat Al-Quran untuk pedoman sehari-hari, ya, Moms!

ayat alquran tentang perbedaan